Arsip

Archive for the ‘Seputar Istana’ Category

Istana Menjawab Survei IndoBarometer

“Situasi berbeda, dunia internasional pun beda,” kata Julian Pasha, Juru Bicara Presiden
Senin, 16 Mei 2011, 15:51 WIB

Arfi Bambani Amri, Fadila Fikriani Armadita

VIVAnews – Survei IndoBarometer April-Mei 2011 menyebut adanya penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, hasil survei juga menyebut masyarakat merindukan zaman pemerintahan Soeharto dan bahkan Soeharto ditemukan lebih disukai daripada SBY.

Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan hasil survei tersebut cukup mengejutkan. Julian mempertanyakan responden survei. “Dari mana atau apa parameter siapa publik yang menjadi responden,” kata Julian ketika dihubungi VIVAnews, Senin 16 Mei 2011. Baca selengkapnya…

Kategori:Seputar Istana

SBY Sindir Rencana Pembangunan Gedung DPR

RepublikaRepublika – Kam, 7 Apr 2011 15.11 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Langkah untuk meneruskan pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepertinya akan terhenti. Pasalnya Presiden Susilo Bambang Yudhono meminta pembangunan gedung pemerintahan yang dianggap memboroskan anggaran ditinjau ulang bahkan jika perlu dibatalkan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyon mengatakan pada APBN 2011 memang sudah ada anggaran untuk pembangunan sejumlah gedung pemerintahan. Namun, dia mengintruksikan supaya rencana pembangunan gedung yang tidak memenuhi ketentuan dapat ditunda terlebih dahulu.

“Pembangunan gedung yang tidak memenuhi ketentuan yang dikeluarkan atau bahasa saya tidak memenuhi standar kepatutan agar ditunda terlebih dahulu. Direvisi penyesuaiannya, bahkan barang kali jika tidak dibutuhkan bisa ditunda atau dibatalkan,” ujar presiden menegaskan di Kantor Presiden, Kamis (7/4). Baca selengkapnya…

Kategori:Seputar Istana

WikiLeaks Tuduh SBY Korup Istana Sebut Sampah

Maret 13, 2011 4 komentar
Nama Taufiq Kiemas, Hendarman Supandji dan TB Silalahi juga disebut-sebut
Jum’at, 11 Maret 2011, 09:10 WIB

Renne R.A Kawilarang, Elin Yunita Kristanti

 

Halaman muka The Age tentang Presiden SBY (The Age)

VIVAnews – Laman pembocor kawat diplomatik rahasia, WikiLeaks, kembali mengungkap informasi mengenai Indonesia. Kali ini, informasi itu menuding bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah terlibat dalam praktek korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga merusak reputasinya sebagai tokoh yang dianggap bersih dan reformis.

Bocoran WikiLeaks itu antara lain dipublikasikan di surat kabar Australia, The Age. Dalam edisi Jumat, 11 Maret 2011, koran itu menampilkan judul besar-besar di halaman depan, “Yudhoyono ‘abused power’: Cables accuse Indonesian President of corruption.” Berita serupa juga dimuat harian utama Australia lainnya, Sydney Morning Herald. Baca selengkapnya…

Kategori:Seputar Istana

Presiden Sebaiknya Segera Rombak Kabinet

Liputan 6Liputan 6 – Sen, 7 Mar 2011 20.14 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya segera melakukan perombakan menteri. Pasalnya jika ditunda akan kehilangan momentum. “Posisi PDI Perjuangan hanya mengingatkan karena jika ditunda-tunda maka akan kehilangan momentum,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo di Gedung DPR RI di Jakarta, Senin (7/3).

Menurut Tjahjo, wacana reshuffle sudah lama bergulir dan jika terus-menerus tak ada perombakan, situasinya akan tersandera. Dengan demikian kebijakan politik dan pembanguan dari pemerintah tak berjalan optimal. Apalagi, SBY juga sudah berjanji akan melaksanakan berbagai kebijakan yang mengarah pada kesejahteraan rakyat.

Tjahjo menegaskan posisi politik PDIP tidak akan turut campur pada persoalan rumah tangga parpol lainnya. “Kalau ada partai politik lain yang akan bergabung atau keluar dari koalisi silakan saja, itu uruan partai politik tersebut, PDI Perjuangan tidak akan ikut campur,” katanya. Baca selengkapnya…

Kategori:Seputar Istana

Kisruh Koalisi Buktikan SBY Tak Tegas

Liputan 6Liputan 6 – Rab, 9 Mar 2011 12.40 WIB
  • Kisruh Koalisi Buktikan SBY Tak Tegas
    Kisruh Koalisi Buktikan SBY Tak Tegas

Liputan6.com, Jakarta: Kisruh politik antar partai koalisi pendukung SBY-Boediono masih terus berlanjut. Tarik ulur kisruh partai koalisi lagi-lagi membuktikan ketidaktegasan Presiden SBY.

Hal ini disampaikan Pengamat Politik LIPI Ikrar Nusa Bakti dalam tayangan Liputan 6 Siang, Rabu (9/3).

“Saya juga kasihan sama Presiden SBY yang misalnya harus menelan ludahnya sendiri karena yang diungkapkan dalam pidato yang begitu keras, yang menyebut ada satu dua partai yang dikatakan suka mbalelo,” jelas Ikrar. Baca selengkapnya…

Kategori:Seputar Istana

Isu Reshuffle Akibat Dikte Demokrat Terhadap SBY

Metro TVOleh Metro TV News | Metro TV – Sab, 12 Mar 2011 12.39 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Sidik mengatakan berkembangnya isu reshuffle selama ini merupakan ulah Partai Demokrat, yang dinilai mendikte Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Peluru ini dilemparkan fraksi demokrat di DPR. Desakan dari DPR ini merupakan bola panas yang dilemparkan ke SBY dan bisa jadi blunder poltik,” kata Mahfudz dalam sebuah diskusi bertema ‘Koalisi Undur-undur’ di kawasan Cikini, Sabtu (12/3).

Menurut ketua Komisi I DPR RI ini, kekhawatirannya itu tebukti melalui pidato Presiden sebelum sidang kabinet berlangsung, Kamis (10/3) lalu. Presiden menegaskan kalau dirinya tidak bisa dipaksa-paksa merombak kabinet. “Ternyata gagasan ide reshuffle memang nggak match sama pikiran Presiden SBY sendiri. Pertayaan besar siapa yang mendikte?” imbuhnya. Baca selengkapnya…

Kategori:Seputar Istana

Klarifikasi SBY Ibarat Politik Lempar Batu Sembunyi Tangan

Maret 11, 2011 3 komentar
Metro TVOleh Metro TV News | Metro TV – Jum, 11 Mar 2011 09.31 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan, klarifikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seputar isu reshuffle atau perombakan kabinet membingungkan. Bahkan, klarifikasi malah membuat kegaduhan baru di kalangan politikus.

“Semua akan bingung karena Presiden menegaskan tidak bisa dipaksa-paksa untuk reshuffle dan mengimbau semua pihak untuk berhenti menggoreng isu reshuffle. Presiden mengaku tak pernah menggagas reshuffle kabinet,” kata Bambang kepada metrotvnews.com, Jumat (11/3).

Menurut Bambang, rakyat pasti masih ingat bagaimana Presiden dengan wajah dan nada suara penuh emosi memberi isyarat untuk melakukan koreksi atas format koalisi. Bahkan, Presiden menegaskan ada satu-dua partai anggota koalisi yang tidak bisa menghormati kesepakatan akan ada sanksi. “Itulah isyarat Presiden tentang reshuffle,” jelas Bambang. Baca selengkapnya…

Kategori:Seputar Istana